Tanggal 28 Oktober 2009 kemarin, baru kali ini masuk ke perpustakaan kampus lagi, sudah lama kutu buku mode OFF –faktanya padahal selama ini cuma pinjam saja tanpa baca benar-benar buku yang dipinjam itu-. Lama tidak berkunjung kesini ternyata ada sedikit yang menarik di perpusatakaan kampus kita ini, perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia alias UPI.
Apa sih yang menarik ?
Yang menarik adalah di seberang rak-rak buku yang berjajar itu, ada seperangkat mesin yang berlabelkan ELiMS. Apa yah kira-kira? Dilengkapi dengan monitor yang menampilkan interface ”Touch Here To Borrow” dan “Touch Here To Return”. Hmm, saudara-saudara ternyata itu adalah seperangkat mesin otomatis untuk meminjam sekaligus mengembalikan buku dengan otentifikasi berupa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
Electronic Library Management System. Sebenarnya karena ini adalah sebuah sistem, maka yang ada di depan saya itu adalah salah satu komponennya yaitu EliMS Multi-purpose Station, itulah nama mesin yang bertengger disana. Entah sejak kapan pihak UPI memperkenalkan ELiMS di perpustakaan ini. Di situsnya dikatakan, EliMS merupakan perangkat pelayanan otomatis yang bisa difungsikan untuk perangkat peminjaman, pengembalian dan penyortiran item –dalam hal ini buku tentunya-. Cocok untuk sebuah perpustakaan private dengan sedikit langganan dan sedikit koleksi buku. Ya, itulah seklilas tentang si mesin pintar “pengganti” atau lebih tepatnya “pembantu” pustakawan, ya setidaknya sedikit meringankan pekerjaan beliau untuk melayani kutu-kutu buku kampus UPI kita :p.
Penasaran nih dengan mesin pintar satu ini, soalnya di kampung halaman belum pernah lihat yang seperti itu :p Rasa penasaran terhapus sudah ketika ada seorang mahasiswi –yang tidak begitu saya perhatikan wajahnya– hendak meminjam buku dan sudah stand by –baca: melongo- di depan mesin tersebut
Seorang teman pernah bilang, “Jadikan pengalaman orang lain sebagai pelajaran bagi kita”, dan begitulah situasi yang saya temui kali ini. Dengan terus memperhatikan si mahasiswi – sekali lagi, bukan wajahnya- , tiba-tiba ibu pustakawan –karena kepanjangan, untuk selanjutnya kita sepakat disingkat saja ya jadi Bu Pus- menghampirinya dan membantu si mahasiswi sekaligus mendemonstrasikan cara kerja mesin pintar itu. Mau tahu cara kerja si ELiMS? Serius ? Okey-okey saya ceritakan khusus untuk anda :
- Bu Pus menekan layar monitor pada tulisan “Touch Here To Borrow” dan saya bergumam dalam hati “Oooh, tekan disitu itu untuk meminjam buku y ?!”
- Si ELiMS meminta Bu Pus untuk memasukkan ID Card -KTM kalau di UPI-, saya langsung mengambil dompet dan mengeluarkan KTM yang tak teridentifikasi lagi foto saya di kartu itu –saking seringnya ke perpustakaan tuh bohong mode ON :p-
- Bu Pus memasukkan KTM yang diminta. –loh kok Bu Pus punya KTM? Itu-itu punya mahasiswi tadi-, saya langsung melihat KTM di tangan saya dan bergumam “Hmm, apa masih bisa baca kode bar di KTM saya yang sudah lecek begini? ”
- Setelah melakukan pengecekan KTM dan ternyata OK, si ELiMS meminta Bu Pus meletakkan buku-buku di tempat yang disediakan, dari kejauhan terlihat tulisan dalam monitor kurang lebih “Silakan tumpukkan buku-buku yang akan anda pinjam, maksimal 5 tumpukan buku”. Dan Bu Pus pun menumpuk buku-buku itu dan otomatis di monitor muncul buku-buku apa yang akan dipinjam si mahasiswi tadi dan saya bergumam “Hmm, jadi itu untuk baca kode bar di buku-buku itu ya”
- Bu Pus menekan tombol OK pada monitor dan mengambil kembali KTM-nya si mahasiswi, dan di sisi kiri terdapat printer mungil yang mengeluarkan kertas dan saya bergumam “Hmm, struk peminjaman bukunya pasti itu yah”

ELiMS
Dan setelah pengamatan beberapa menit itu berlalu, dan dirasa sudah paham cara kerja si mesin, saya memberanikan diri untuk berkenalan langsung dengan mesin yang namanya ELiMS itu. Buku-buku yang akan dipinjam sudah siap, KTM sudah ditangan, tinggal menyapa “Hi, EliMS!”. Ketika saya sudah tekan tombol “Touch Here To Borrow” dan memasukkan KTM lecek saya dan saudara-saudara apa yang terjadi ? Tak ada respon dari si EliMS. Hiks2 sedih memang. Si ELiMS sudah menolak saya dan cinta pun bertepuk sebelah tangan
Ketika ditanyakan, Bu Pus menjawab “Maap Dek, KTM-nya musti diganti dengan yang baru!”
NB : Bagi anda yang masih penasaran dengan EliMS silakan klik di sini.
Semoga bermanfaat
saya yang pertamaxx gan… haha..
tapi ini adalah sebuah kemajuan bagi perpus kita yang patut kita banggakan!!!
saya baru dengar klw di perpus kita ternyata ada yang namanya elims.. kenapa namanya bisa elims (padahal klw “salim” lebih mantap)
tapi kita harus bangga, walau mesin ini sedikit ribet & ga bisa nerima KTM lecek..
makasih gan kunjungannya, kayaknya pertamax dan terakhirx mas…heu2
nah tanyain tuh perusahaannya yang bersangkutan
si saiia keduaxxx mang…pernah liat juga cuma ga seperti mang alamin liat orang pakenya..saya cuma bisa melongo ini apa? (iyah padahal mah tw kalo itu buat pinjem buku), tapi yang menjadi tanda tanya adalah GIMANA CARA MAKENYA waktu itu teh
sayah yang ketigaxxxx.haha..
jujur baru tahu juga kalo ada mesin kayak gitu (dan sama sekali gak nyangka di perpus UPI jg ada.he..)
thx postingan nyah..
wah2 nunggu yang kelimax ah XD heu2..ayo2 maen kapan2 ke perpus kampus kita makanya
thanx dah mampir
SOLAR!!!!!!!!!!
pernah tuh aq masang perangkat sejenis di fakultas HI unair.. biasanya perangkat seperti ini dilengkapi dengan door lock acces…
wah? keren tuh mas
waktu kemaren ke perpus lagi, kata penjaganya bilang sok aja coba lewat ke perangkat yang saya identifikasi buat ngscan barcode buku biar ndak ada yang nyuri kayaknya itu tuh yang dimaksud door lock access ya mas?
Pada mesin ELiMS, buku2 dibaca/discan melalui gelombang radio RFID mas (bukan barcode). Hanya untuk kartu mahasiswa di baca dengan barcode. Lebih lanjut bisa mengunjungi http://youtube.com/visicomcp di sana ada kok video nya ELiMS UPI Bandung ^^
heu2,,tak kira nybaca barcode yang ada dibuku itu mas^^ soalnya di buku itu kan ada barcodenya itu buat apa mas?
elims itu apaan seh mas. saya koq belum ngarti ya, dan untuk apa ya???
singkatnya perangkat yang dipake di perpustakaan untuk memudahkan pengunjung meminjam buku di perpus ituh, pake ktm buat liat identitasnyah mas,,hum,,ada linknya tuh kalo mau tau lebih dalam,,
kalau barcode di buku mah untuk identifikasi manual memakai barcode reader yg dilakukan oleh staf perpus mas.
singkat kata cara kerja alat elims ini mendeteksi gelombang radio dari buku-buku yg ditumpuk, data gelombang radio yang diterima alat elims kemudian diproses di database perpustakaan untuk kemudian menampilkan data-data yang lebih lengkap di monitor seperti boleh tidaknya buku itu dipinjam/dikembalikan, tampilan judul bukunya dan tanggal kembali buku tersebut